Jumat, Agustus 26, 2011

Pak Habibie dan Bu Ainun :)


Dimulai dari ejekan, masa kecil dari bapak habibi ke ibu ainun, dan bertemunya kembali mereka di kota bandung selama beberapa berpisah, pak habibi lalu melamar bu ainun. Kisah mereka di mulai dari desa kecil Oberforstbach, Jerman. Keseharian bu ainun di salah satu desa kecil di jerman dalam menemani pak habibie, berlanjut sampai bu ainun hamil anak pertama mereka, Ilham dan akhirnya dalam 6 tahun mereka kembali ke Indonesia. Bu Ainun selalu meneduhkan, menentramkan hati pak habibie, selalu mengilhami pak habibie di segala situasi. Tak heran jika pak habibie sangat mencintai bu Ainun. Satu quote yang saya suka dari buku ini : “Saya bahagia malam – malam hari berdua di kamar : dia sibuk diantara kertas – kertasnya yang berserakan di tempat tidur, saya menjahit, membaca atau berbuat yang lainnya. Saya terharu melihat ia pun banyak membantu tanpa diminta : mencuci piring, mencuci popok yang ada isinya....”

Semua di ceritakan runut oleh bapak habibie dengan cinta, ya kenapa saya menyebutkan dengan cinta, saya sendiri merasakan aura cinta yang keluar disetiap saya membaca tiap kalimat yang ada di dalam buku ini. Bu Ainun tidak pernah mengeluh dengan setiap kondisi yang beliau alami bersama pak habibie, saat gaji dari pak habibie masih kecil , sampai bapak habibie menjadi presiden. Bu Ainun selalu mengilhami pak Habibie, Hingga akhirnya bu Ainun berpindah ke dimensi lain di kehidupan ini, dipanggil oleh yang maha Kuasa. Dalam tiap menit sepeninggal bu Ainun, pak habibie selalu merasa bu Ainun masih menemani. Ada satu hal yang membuat saya terharu membacanya, dalam kondisi sedang di rawat di rumah sakit jerman, dengan selang selang yang menancap di tubuhnya, Bu ainun masih sempat menangis, mengkhawatirkan kondisi pak habibie. Sungguh besar cinta mereka, saya sungguh menangis membacanya dan saat menulis blog ini :) saya memang rada melankolis orangnya.

Dari cerita mereka kita bisa belajar bagaimana seharusnya peran sebagai seorang istri dan suami yang baik, walau saya belum menikah, saya tetap harus belajar banyak tentang ini, toh kedepannya saya akan menjadi istri dari suami saya nanti :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar